Pidato Bung Tomo 10 November 1945 Lengkap “Merdeka atau Mati”

by | Mar 27, 2021 | Bung Tomo | 0 comments

Pidato Bung Tomo 10 November 1945  Merdeka atau Mati
Pidato Bung Tomo 10 November 1945 Merdeka atau Mati

Pidato Bung Tomo menjadi salah satu semangat bagi rakyat indonesia dalam mempertahankan wilayah surabaya paska proklamasi kemerdekaan 1945, moment bersejarah ini terjadi tangga 10 November 1945 di surabaya dalam rangka menyemangati seluruh tentara rakyat indonesia dalam melawan serangan sekutu.

mesti indonesia sudah memproklamasika kemerdekaannya pada 17 agustus 1945, tetap masih ada yang belum mengakui kemerdekaan indonesia, tentara sekutu (inggris dan belanda) ialah salah satunya. sehingga, ketika jepang kalah dalam perang dunia II melawan sekutu, jepang harus keluar dari indonesia dan menyerahkan seluruh senjatanya kepada sekutu.

senjata-senjata jepang itu pada 3 Oktober 1945 di serahkan kepada rakyat Indonesia yang nantinya bertanggung jawab untuk menyerahkannya kembali kepada pihak Sekutu.

akhir Oktober 1945, kapal perang milik Sekutu bernama Eliza Thompson berlabuh di Surabaya. Pasukan yang ada di dalamnya datang dengan dipimpin oleh Brigadir Jenderal AWS Mallaby. Pasukan Sekutu itu bertugas melucuti senjata para serdadu Jepang, mengangkut tawanan perang, dan menjaga ketertiban di Surabaya. Akan tetapi, kenyataannya Sekutu yang didominasi oleh pasukan Inggris ini tidak melakukan tugas dengan semestinya, mereka menyimpang.

Sekutu memaksa Tentara Indonesia untuk tunduk dan menyerah tanpa syarat kepada mereka, namun tentara indoensia tidak mau menyerah dan menganggap sekutu telah melecehkan negara indonesia yang sudah memproklamirkan kemerdekaannya.

Tentara sekutu terus berupaya menguasai wilayah-wilayah strategis di surabaya seperti Radio, stasiun Kereta api dll, karena itulah tentara indonesia menyerang kamp sekutu dan terjadi peran. tentara indonesia di dukung oleh pimpinan nahdlatul ulama dan masyumi untuk melawan sekutu, hingga warga nahdliyi (para santri turun untuk jihad). atas kejadian tersebut lah pada tanggal 22 October di peringati sebagai hari santri, dimana waktu itu KH. Hasyim As’ary (Rais Akbar NU) mengeluarkan Resolusi Jihad fi sabilillah untuk warga di lingkaran 94 km dari tempat musuh atau dari surabaya.

Perang ini terus berlanjut hingga puncaknya pada tanggal 10 Novermber 1945 , arek-arek surabaya bertempur dengan tentara sekutu menggunakan seluruh kekuatan yang di miliki, bambu runcing, pisau, senapan dsb. ini lah pertempuran terbesar yang terjadi paska kemerdekaan. lebih dari 6000 pasukan indonesia gugur dalam memertahankan kemerdekaan indonesia .

Atas Peristiwa Tersebut , Surabaya di juluki Kota Pahlawan dengan tugunya setinggi 41 meter, serta pada tanggal 10 november setiap tahunnya di peringati sebagai hari pahlawan.

kembali ke topik awal artikel ini, dalam pertemput=ran 10 novermber tersebut , ada sosok yang mampu membakar semangat rakyat indonesia dengan pidatonya, ialah bung tomo , ia menyampaikan pidatonya menggunakan radio hingga para tentara berapi-api dalam melawan penjajah yang kemali datang ke indonesia, berikut pidato lengkap bung tomo “Merdeka atau Mati”.

DOWNLOAD

Sedangkan Dalam Bentuk Suara berikut Pidatonya